Presiden Prabowo Subianto Akui Sistem Ekonomi di Negara Indonesia Keliru

Berita Terkini – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian nasional dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesia Emas 2045.

Diketahui, untuk mewujudkan cita-cita menjadi negara maju Indonesia Emas 2045, maka negara Indonesia harus mampu memenuhi beberapa syarat dan ketentuan.

Syarat dan ketentuan tersebut ialah seperti pendapatan per kapita tinggi, indeks pembangunan manusia tinggi, penguasaan iptek, infrastruktur yang merata, rasio kewirausahaan tinggi, institusi dan tata kelola yang baik, angka kemiskinan menurun, dan tidak ada kelaparan.

Sejumlah pakar mengklaim bahwa seharusnya negara Indonesia mempunyai potensi dan peluang yang tinggi untuk menjadi negara maju, karena negara Indonesia mempunyai kekayaan alam yang sangat melimpah.

Tetapi pada realitanya, kekayaan alam tersebut justru dikuasai oleh beberapa pihak penguasa saja, dan banyak sekali koruptor yang mencuri kekayaan negara.

Bahkan, berdasarkan data yang ada, maka dijelaskan bahwa saat ini kerugian negara akibat kasus korupsi telah mencapai Rp 300,86 triliun.

Karena sangking tingginya kasus korupsi di Indonesia, maka sejumlah pihak mengklaim bahwa sampai kapanpun negara Indoneisa akan sulit menjadi negara maju jika masih banyak koruptor di dalamnya.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa kondisi ekonomi nasional sangat tidak baik-baik saja, dan perekonomian Indonesia tumbuh tidak sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat terkejut pada saat awal-awal menjabat sebagai Presiden, karena pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh sekitar 5 persen pada setiap periodenya, tetapi mengapa tingkat kemiskinan justru semakin tinggi.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, fenomena kondisi ekonomi di Indonesia sangat tidak sehat atau anomali.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, tingkat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sangat tidak selaras dan timpang, hal ini dapat menjadi bukti bahwa saat ini pertumbuhan ekonomi masih belum merata di kalangan masyarakat kelas menengah kebawah.

Sistem ekonomi harus mulai dirubah dan direvisi, agar pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh kalangan masyarakat dan tingkat kemiskinan harus menurun setiap periodenya.

Disisi lain, Presiden Prabowo Subianto juga mengaku bahwa saat ini negara kita memang sudah dinyatakan Merdeka, tetapi yang merasakan Kemerdekaan itu masih beberapa orang saja, hal ini tentu tidak adil dan tidak sesuai dengan bunyi Sila Ke-5, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Atas nama Rakyat Indonesia, Presiden Prabowo Subianto bersumpah bahwa dirinya akan turun langsung untuk memenuhi kepentingan rakyat dan mampu menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya bagi masyarakat kalangan kelas menengah kebawah.

 

Terlalu Banyak Penyimpangan

Prabowo Akui MBG Banyak Masalah: Kita Harus Tertibkan

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini banyak sekali penyimpangan-penyimpangan yang terjadi, sehingga kekayaan negara menjadi bocor dan hilang ke tangan para oknum koruptor.

Tindakan tersebut sangat merugikan bangsa dan negara, pasalnya seluruh kekayaan negara yang dirampas para koruptor tersebut ialah resmi milik rakyat untuk rakyat.

Bukan hanya terjadi di skala nasional saja, tetapi kekayaan negara juga hilang dan di rampas oleh para koruptor hingga ke luar negeri, sehingga tidak membawa keuntungan apa-apa bagi rakyat.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa dirinya sangat sedih dan prihatin karena baru 18 bulan saja menjabat sebagai Presiden, semua perbuatan buruk para koruptor sudah terlihat dengan jelas.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, kelakuan para koruptor tersebut bukan semata-mata kesalahan satu pihak saja, tetapi murni kesalahan dan kelalaian bersama.

Oleh karena itu, saat ini Presiden Prabowo Subianto meminta kepada seluruh lini instansi pemerintah untuk mulai di periksa dan dilakukan pemantauan berkala dengan ketat, agar tidak ada lagi kekayaan negara yang mengalir dengan sia-sia ke tangan para penjahat yakni koruptor.

Salah satu bukti ketegasan Presiden Prabowo Subianto dalam memperketat keuangan negara yakni beberapa hari yang lalu, Presiden Prabowo Subianto telah resmi menutup sekitar 240 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengalami kerugian secara terus-menerus.

Penutupan ratusan BUMN tersebut juga merupakan langkah reformasi tata kelola perusahaan agar menjadi badan usaha yang sehat, bersih, efisien, efektif, akuntabel, dan berkelanjutan.

Selain bertujuan untuk reformasi tata kelola perusahaan, penutupan tersebut juga berfungsi untuk mengimplementasikan program efisiensi anggara, jadi anggaran negara yang tidak berguna harus dihentikan dan dihapus.

Terbukti bahwa setelah dilakukan penutupan beberapa BUMN, maka keuangan negara menjadi stabil dan mampu menghemat hingga triliunan rupiah setiap periodenya.